Efek Awal Mula atau Fresh Start Effect

New year, new me

Akui saja, pasti beberapa dari kalian pernah setidaknya menulis dan berpikiran seperti ini? Di tiap tahunnya kita selalu memikirkan dan menuliskan resolusi atau goals kita di awal tahun dengan tujuan supaya kita bisa mengambil alih kendali hidup kita, supaya hidup kita bisa punya tujuaan. Kita tuliskan daftar ini sebagai new year resulotions.

Tahun ini goals ku ingin baca 100 buku, ingin punya tabungan sekian, get in shape, punya pacar, kumpulkan uang untuk rumah impian dan seterusnya…

Tapi kali ini gue tidak akan bertanya apakah resolusi kalian berhasil atau tidak. Karena percayalah, mine isn’t doing so well too, tbh.

Tapi yang mau gue omongin adalah kenapa, secara psikologis kita punya tendensi untuk menetapkan sebuah tanggal yang sifatnya sesungguhnya relatif, untuk memulai sesuatu hal baru. Kenapa sih kita biasanya suka menunggu momen tahun baru untuk lalu mulai berjanji, “pokonya gue akan start looking for serious relationship mulai tahun depan”, “gue akan berhenti merokok tapi mulai minggu depan deh” atau “gue akan mulai nge-gym lagi tapi mulai minggu depan deh”, kenapa tidak mulai sekarang? Saat ini juga? Atau besok?

Fenomena ini dinamakan sesuatu yang disebut juga sebagai efek awal mula atau fresh start effect.

According to the fresh-start effect, people are more likely to take action towards a goal after temporal landmarks that represent new beginnings.

Ya, sederhananya manusia punya tendensi untuk memulai sesuatu berdasarkan titik landmark atau suatu momen tertentu sebagai penanda bahwa itu adalah awal dari sesuatu yang baru.

Anniversary, tahun baru, tanggal hari lahir, hari jadian dengan pacar kalian. Awal bulan, awal minggu, tanggal gajian, dsb.

Kita punya tendensi untuk menetapkan tanggal-tanggal spesial tersebut sebagai temporal landmark yang kita tunggu untuk memulai sesuatu. Dalam perilaku ekonomi (behavioral economic) ini dikarenakan sesuatu bernama mental accounting, dimana kita sebagai manusia suka mengasosiakan atau menset sebuat nilai yang berbeda kedalam berbagai hal. Secara ilmu ekonomi, ini sebenenarnya lebih berkaitan kepada uang.

Mental accounting explains how we tend to assign subjective value to our money, usually in ways that violate basic economic principles.1 Although money has consistent, objective value, the way we go about spending it is often subject to different rules, depending on how we earned the money, how we intend to use it, and how it makes us feel.

Nah jika kaitannya dengan waktu, kita memberi suatu anggapan secara mental bahwa tanggal-tanggal itu punya nilai atau kesan yang berbeda dengan tanggal lainnya, yang padahal sama-sama 24 jam, tidak ada bedanya tapi kita punya interpretasi yang berbeda terhadap tanggal itu. What seems to be an ordinary day, to us it appear to be special.

Kita gunakan mental accounting ini untuk menilai dan berefleksi bahwa oh yang lampau itu versi gue yang berbeda, masuk setelah tanggal ini pokonya ini dimensi baru, seakan kalau di metaforakan di hari itu, lo masuk ke portal yang kemudian akan membersihkan your past shelves dan lo mulai menjadi orang baru.

Efek Awal Mula & Strategi Marketing

Nah kalau kalian perhatikan, fenomena fresh start effect ini bukan hal yang baru dan rupanya memang sudah dimanfaatkan sekali oleh para pemasar sebagai teknik pemasaran mereka. Mereka menggunakan fresh start effect untuk me-nudge para konsumen agar bisa membeli barang atau menggunakan jasa layanan mereka.

Contoh paling gampang adalah di hari ketika kita ulang tahun maka kita akan dapat buanyaaak sekali email promosi dari berbagai e-commerce untuk “merayakan kebaruan” kita ini. Bukan hal yang sulit juga untuk para e-commerce ini untuk mencuri mengumpulkan data-data pribadi, data ketertarikan kita, sehingga jadi lebih mudah untuk mereka mempromosikan nudge ini.

Contoh jika interest kita adalah ingin get in shape, have a healtier body, nudge nya misalnya adalah potongan gym membership, atau harga promo gratis dengan PA yang akan membantu mewujudkan body impian.

Itu hanya salah satu contohnya. Kalian pasti sudah sadar bahwa sekarang teknik pemasaran juga sudah mulai “gila” dengan bahkan menggunakan tanggal yang sama dengan bulan sebagai “temporal landmark” supaya memicu orang-orang jadi bertransaksi di tanggal itu, karena ini meninggalkan mental accounting dipikiran mereka secara otomatis bahwa ini waktu yang tepat untuk membeli sesuatu karena ini hari spesial, it’s a promo day.

Promo 8.8 Shopee


Bagaimana memanfaatkan Fresh Start Effect?

Nah jadi memang efek awal mula ini bukan sesuatu yang sebenarnya bisa dibilang perilaku psikologis manusia yang selalu buruk. Ya, tentu saja kalo kita selalu berpikir “ntar-ntaran”, nunggu waktu yang tepat hanya untuk memulai sesuatu ini ya salah.

Tapi bagaimana kalo kita bisa leverage konsep ini supaya konsep untuk memulai sesuatu itu gak harus menunggu temporal landmark dulu? Gak perlu menunggu momen spesial untuk berani memulai. Kalo kata Nike, Just Do It.

Dengan pemikiran seperti ini kita bisa kemudian berpikir, tiap hari adalah hari baru maka kita akan punya pikiran di mental kita bahwa memulai sesuatu tuh bisa kapan saja tanpa nunggu hari-hari spesial itu. Kita bisa tetap memotivasi kita untuk stay on track dengan apapun yang ingin kita coba mulakan.

“You may be able to create fresh starts to increase motivation on an otherwise mundane day.

Referensi lanjutan