Review Buku Man Made by Dan Jones, Panduan Berdandan & Perawatan Diri untuk Cowok!

Grooming atau dalam bahasa Indonesia bisa kita artikan sebagai seni membersihkan, merawat, dan memelihara bagian-bagian tubuh, atau mari kita sebut aja dandan lah, memang lebih dominan identik dengan perempuan. Tapi sebenarnya, kita kaum laki-laki pun harus juga memperhatikan dan merawat diri kita.

Mungkin untuk alasan terlihat lebih professional dalam kerja, agar kita lebih segar atau bahkan untuk tujuan menggaet lawan jenis, ya sudah pasti laki-laki harus memperhatikan perawatan dirinya. Dan di buku Man Made ini, kalian akan mendapatkan pedomannya.


Man Made, The Art of Male Grooming karya Dan Jones ini terbit tahun 2015, ada 176 halaman di dalamnya dan terdapat 6 bab yang dibahas di buku ini mengenai semua hal seputar grooming untuk laki-laki. Jadi ini buku non-fiksi yang bisa dibilang masuk ke kategori buku how-to atau semacam DIY. Sebelum masuk ke dalam isi bukunya itu sendiri, mari kita judge dari covernya dulu hehe.

Cover Buku Man Made
Cover Buku Man Made


Sampul bukunya ini adalah paperback, dan gue sangat menyukainya apalagi saat memegang bukunya itu sendiri terasa premium bisa dibilang (?) Intinya enak buat digenggam juga, karena ukurannya yang lumayan kecil dan padat. Memang terasa tebal tapi karena ukuran bukunya yang tidak terlalu besar, pemilihan dan ukuran font serta layouting-nya membuat buku ini jadi lumayan padat. Hal lain yang gue suka adalah ilustrasi di sampulnya. Dan bukan cuma di sampul tapi di dalam pun banyak ilustrasi yang lucu dan bagus-bagus.

Ok, mari masuk ke review isi bukunya itu sendiri, pertanyaan yang gue tanyakan ketika mau membaca ini atau ketika melihat buku ini, jelas adalah “gimana caranya biar bisa merawat penampilan diri kita?”. Dan buku ini, secara keseluruhan setidaknya menjawab pertanyaan gue tersebut. Gue –dan mungkin bagi sebagian laki-laki di luar sana– bukan orang yang sangat peduli dengan penampilan, dengan perawatan diri, bisa dibilang cukup cuek dengan semua itu. Mungkin baru memperhatikan penampilan yaa kalau mau ketemu pacar aja ya kan? eh hahaha.

Sebenarnya di tambah bahwa grooming itu sendiri, bukan jadi kebiasaan yang dominan untuk laki-laki pada umumnya, dan lebih di dominasi oleh kaum perempuan. Well, it turns out it’s wrong. Karena sangat di perbolehkan sekali, bahkan dianjurkan untuk kita para laki-laki untuk juga merawat diri kita. Dan nggak harus juga merawat diri untuk alasan eksternal seperti mau ketemu pacar, lebih terlihat professional, biar keliatan ganteng, laki-laki yang rapih, gak harus. Kita juga bisa merawat karena alasan ya untuk diri sendiri aja (self-love kali ya bisa dibilang hehe), karena kita juga pastinya akan merasa nyaman juga dengan diri kita ketika kita bersih, itu bisa juga menambah kepercayaan diri kita, plus otomatis orang lain pun juga akan memandang kita dengan senang. hehe

Buku ini sih sebenarnya cukup lengkap membahas segala macam hal yang harus kita jaga atau rawat. 6 bab di buku ini dibagi menjadi bagian-bagian berbeda dari diri kita, dari mulai wajah, rambut, cara mencukur, badan, kesehatan rohani & jasmani kita, dan juga dari gaya berpakaian kita. Nah jadi lumayan lengkap, ditambah dari beberapa bab itupun di dalamnya kalian bisa menemukan ya beberapa detail kecil yang lumayan sering kita lupakan atau abaikan juga. Misalnya cara memotong kuku (menicure / pedicure), bagaimana memilih kacamata, atau (mohon maaf, explicit!) bagaimana merawat “bola” kita haha, dsb.

Daftar Isi Buku Man Made
Daftar Isi Buku Man Made


Hal lain yang gue suka juga adalah penulisnya disini membawa topik wellness juga kedalam buku ini. Karena Wellness yang biasa di bicarakan atau laki-laki selalu perhatikan biasanya dari sisi jasmaninya aja. Nge-gym, diet, olahraga biar badan bukan cuma sehat tapi terlihat lebih macho. Nah disini penulis juga membawa topik secara rohaniah, atau dari sisi pikiran kita, how to handle stress, depresi dan segala macamnya. Karena ada satu pernyataan yang bener banget di tulis disana.

There is shockingly little awareness of male mental health: society doesn’t create a space for men to feel confident to talk openly about their stresses. (hal. 128)

And it’s true.


Dengan format buku yang lebih ke pedoman how-to atau DIY ya, maka dari itu isi-nya lebih membahas secara teknikal ke instruksi untuk masalah atau hal yang sedang di bahas. Contohnya bagaimana cara merawat wajah, dimulai dari cara cuci muka yang baik dan benar. Disini dijelaskan juga, perawatan seperti apa untuk tipe wajah seperti apa. Itu formatnya hampir seperti itu untuk topik yang lain. Dan disetiap pedoman atau instruksi itu, penulis disini juga memberikan semacam daftar produk atau perawatan yang telah dia coba dan dia uji yang dia rekomendasikan untuk kita.

Tapi, permasalahan gue dari buku ini adalah secara teknikal atau bicara tentang intruksi di buku ini kalo bisa di bilang masih pada level yang masih kebanyakan teoritis ketimbang praktikal. Ok, mungkin gue re-frase, bukan sama sekali bener-bener teoritis, tapi secara praktikal, intruksinya tidak terlalu mendetail. Mungkin ini dikarenakan tidak menggunakan bullet points misalnya, jadi hanya dalam bentuk kalimat yang panjang.

Kemudian hal yang kedua, yang sebenarnya gue sangat sukai tapi juga sangat disayangkan, adalah: Ilustrasi. Ilustrasinya, pertama harus gue apresiasi sangat lucu dan bagus-bagus, yang bikin kita gak bosen membaca buku ini yang tanpanya akan jadi textbook biasa aja. Makanya adanya ilustrasi memang membuat buku ini menyenangkan untuk di baca. Sayangnya, kenapa ilustrasi ini gak digunakan saat menerangkan contoh intruksi yang ada di buku ini. Contohnya dari yang cara mencuci muka, atau bisa juga digunakan untuk memperlihatkan tipe-tipe kulit yang berbeda, dsb. Ya ini sebenarnya minor aja sih.

Gimana caranya 'berpose'
Gimana caranya 'berpose'
Di tiap beberapa halaman, ada juga ilustrasi beberapa tokoh ikon dari grooming, contohnya Mr. Pharrell William ini
Di tiap beberapa halaman, ada juga ilustrasi beberapa tokoh ikon dari grooming, contohnya Mr. Pharrell William ini
Mencari kacamata yang cocok, apa yang perlu diperhatikan ya?
Mencari kacamata yang cocok, apa yang perlu diperhatikan ya?

Yang terakhir sih, lebih kepada menurut gue ini terlalu terlokalisasi kepada UK atau western sih. Bahkan ada beberapa topik yang kayanya, orang Asia gak terlalu relate. Dan memang bahkan beberapa contoh produk atau perawatan yang ia berikan juga adanya di UK. Tapi secara garis besar, buku ini cukup meng-cover seluruh hal dasar yang para laki-laki ini harus aware, dan apa aja yang harus kita perhatikan juga. Jadi kalian untuk para laki-laki bisa bace buku ini dan mulai memperhatikan dari atas sampai bawah, dan bagaimana juga cara merawatnya. Gue cukup senang dan enjoy membacanya, mungkin untuk mengaplikasikannya butuh waktu ya, apalagi di perawatan wajah dan juga olahraga biar bisa bentuk badan hehe. :)


Related Post

Review Album Buku 11:11 oleh Fiersa Besari.

book Read More

Review Buku Novel Paradima oleh Syahid Muhammad.

book Read More